KIMIA MEDISINAL 3

 KIMIA MEDISINAL 3 REAKSI HIDROLISIS

Hidrolisis adalah reaksi kimia antara air dengan suatu zat lain yang menghasilkan satu zat baru atau lebih dan juga menyebabkan suatu larutan terdekomposisi dengan menggunakan air. Hidrolisis garam adalah reaksi penguraian garam dalam air membentuk ion positif dan negatif. Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam dapat ditentukan dengan melarutkan garam dalam air.

LINK YOUTUBE: https://youtu.be/T4IKOeIOEHw

Komentar

  1. berdasarkan uraian video yg sudah dijelaskan apakah struktur senyawa dari suatu obat dapat mempengaruhi tingkat reaksi hidrolisis nya didalam tubuh ?

    BalasHapus
  2. pada hidrolisis sebagian atau parsial dimana disebutkan hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis dan yang lainnya tidak, lalu bagaimana dengan ion ion yang tidak terhidrolisis apakah berpengaruh terhadap sifat kimia obat yang akan diserap didalam tubuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perubahan pH dapat berpengaruh terhadap sifat kelarutan dan koefisien partisi obat. Garam dari asam atau basa lemah, bentuk tidak terionisasinya mudah diabsorpsi oleh saluran cerna, dan aktivitas biologis sesuai dengan kadar obat bebas yang terdapat dalam cairan tubuh.Pada obat yang bersifat asam lemah, dengan meningkatnya pH, sifat ionisasi bertambah besar, bentuk tak terionisasi bertambah kecil, sehingga jumlah obat yang menembus membrane biologis semakin kecil. Akibatnya, kemungkinan obat untuk berinteraksi dengan reseptor semakin rendah dan aktivitas biologisnya semakin menurun. Pada obat yang bersifat basa lemah, dengan meningkatnya pH, sifat ionisasi bertambah kecil, bentuk tak terionisasinya semakin besar, sehingga jumlah obat yang menembus membrane biologis bertambah besar pula. Akibatnya, kemungkinan obat untuk berinteraksi dengan reseptor bertambah besar dan aktivitas biologisnya semakin meningkat. Hubungan perubahan pH dengan aktivitas biologis senyawa yang bersifat asam dan basa lemah

      Hapus
  3. pada reaksi hidrolisis, jika suatu obat dapat diuraikan menjadi bentuk lain. Bisakah berikan satu contoh bagaimana mekanisme penguraian obat tersebut sehingga dapat menghasilkan aktivitas biologis yang baik jika digunakan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Absorbsi
      Tahap pertama adalah penyerapan. Obat-obatan bisa masuk ke dalam tubuh dalam berbagai cara, dan mereka diserap ketika mereka melakukan perjalanan dari berbagai rute pemberian/administrasi ke dalam sirkulasi tubuh.
      Distribusi
      Setelah obat diserap, tahap berikutnya adalah distribusi. Pada umumnya aliran darah akan membawa obat-obatan ke seluruh tubuh. Selama langkah ini, efek samping dapat terjadi ketika obat memiliki efek dalam organ selain organ target. Untuk pereda nyeri, organ sasaran mungkin otot sakit di kaki; iritasi lambung bisa menjadi efek samping. Banyak faktor yang mempengaruhi distribusi, seperti kehadiran molekul protein dan lemak dalam darah yang dapat menempatkan molekul obat terikat untuk membawa ketempat yang dituju.
      Metabolisme
      Setelah obat telah didistribusikan ke seluruh tubuh dan telah melakukan tugasnya, obat akan pecah, atau dimetabolisme. Penguraian dari molekul obat biasanya melibatkan dua langkah yang terjadi sebagian besar di pabrik pengolahan kimia tubuh, yakni hati.
      Hati adalah organ penting yang bekerja terus menerus. Semua yang memasuki aliran darah baik itu melalui jalur oral, injeksi, inhalasi, kulit atau yang diproduksi oleh tubuh secara alami akan dimetabolisme di hati. Setelah enzim hati menyelesaikan pekerjaannya dalam membuat metabolit obat, selanjutnya akan mengalami tahap akhir waktu dalam tubuh, yakni ekskresi dimana akan keluar melalui urine atau feses, terkadang melalui keringat.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODE FARMAKOLOGI 3